A. SITEM
INFRASTRUKTUR
Merupakan pendukung utama fungsi-fungsi sistim social
dan sistem ekonomi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, dapat didefinisikn
sebagai fasilitas-fasilitas atau strukutur-struktur dasar, peralatan-peralatan,
instalasi-instalasi yang dibangun dan dibutuhkan untuk berfungsinya sistem sosial
ekonomi masyarakat(Grigg, 2000).
Infrastruktur adalah asset fisik yang dirancang
dalam sistem, sehingga memberikan pelayanan publik yang penting, infrastruktur
merujuk pada sistim fisik yang menyediakan; tranportasi, pengairan, drainase,
bangunan gedung, fasilitas publik, yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan
dasar manusia dalam lingkup social dan ekonomi. (Grigg,1988)
B. SOSIAL
INFRASTRUKTUR DALAM PERENCANAAN KOTA
1. Keterkaitan
sosial infrastruktur dengan kebutuhan penduduk
2. Area
jangkauan pelayanan fasilitas umum dan kaitannya dengan kepadatan penduduk
3. Standarisasi
fasilitas umum
4. Standar
fasilitas umum yang ada di Indonesia
5. Penerapan
standard pada lingkungan atau Kota tertentu
6. Aspek
perencanaan fasilitas umum
C. SETTING
KEBIJAKSANAAN DISTRIBUSI INFRASTRUKTUR
Ditentukan oleh peran 4 aktor :
1. Pembuatan
keputuan (policy maker) : menentukan
lingkungan dasar (basic environment)
2. Manager
infrastruktur : yang menentukan kebijaksanaan didalam oraganisasi pelayanan
ditribusi, dan menetapkan teknologi yang digunakan
3. Staff
operasional : yang bertanggung jawab pada pelyanan penyediaan sehari-hari pada
konsumen
4. Konsumen
: merupakan klien utama untuk pelayanan infrastruktur
D. PERMASALAHAN
PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR
a. Demokratisasi
Tuntutan terhadap pemberdayaan
masyarakat dalam penyediaan infrastruktur.
b. Desentralisasi
Tuntutan terhadap pemberdayaan
daerah dalam penyediaan infrstruktur.
c. Globaliasi
Tuntutan liberalisasi pedagangan
dan investasi.
d. Realitas
sosial-ekonomi
-
Pertumbuhan ekonomi rendah
-
Penanggulangan kemiskinan
-
Perluasan kesempatan kerja
-
Regional
equity
-
Tingkat kepercayaan insvestor rendah
e. Permasalahan
penyediaan infrastruktur
-
Inefesiensi pengolaan infrstruktur
-
Monopoli pemeintah dalam pengelolaan infrastruktur
-
Keterbatasan dana
-
Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah
-
Keterbatasan kemampuan pembiayaan dan
pengembangan infrastruktur baik sector publiK maupun swasta
-
Pembayaran hutang luar negeri menguras
cadangan dana pemerintah
f. Keterbatasan
kemampuan penyediaan insfrastruktur pada umumnya
-
Masalah penyediaan Air Bersih
-
Masalah pengelolaan air kotor, limbah,
dan persampahan
-
Masalah telekomunikasi
-
Masalah listrik
-
Masalah jaringan jalan
a. Jaringan
jalan pada tahun 2000 spanjang 300.000 km, 140.000 km rusak
b. Biaya
pemakaian jalan sebesar Rp. 200 trliyun, jauh melebihi kemampuan pemerintah
E. PERMASALAHAN
PENDEKATAN PENGGUNA UNTUK MENGUKUR EFEKTIFITAS
URBAN
SERVIS DELIVERY :
1. Perspektif
penyedia : servis provider
Prinsip efisiensi pengelolaan dan
penyediaan yang telah dilakukan :
-
Perbaikan pengambil keputusan
›
Alokasi sumber daya untuk penyediaan pelayanan
-
Perbaikan proses perencanaan
-
Program penyediaan
-
Pengatur organisasi
-
Kelembagaan penyediaan pelayanan
-
Pengatur pembiayaan
-
Managemen perkotaan
2. Perspektif
pengguna : servis user
Efektifitas pelayan yang ditrima
masyarakat, belum banyak dilakukan, akibatnya :
-
Tidak mengetahui efektifitas pelayanan
yang diterima masyarakat
-
Kurang adannya “akurat feed back” dari hasil yang dicapai
USER
APPROACH DIPERLUKAN karena :
1. Pelayanan
perkotaan vital bagi kehidupan setiap insan warga kota
2. Pelayanan
perkotaan bersifat location specific (efektifitas
pelayanan dipengaruhi lokasi dan masyarakatnya)
› issue kritis : “distribusi”
Implikasi distribusi :
- siapa mendapat benefit
-
Kelompok masyarakat yang kurang
beruntung
3. Pelayanan
bersifat “jurisdiction specific” (alternative
tingkat efektifitas pelayanan yang berbeda
-
Pengaturan organisasi
-
Kelembagaan
-
Managemen
-
Pembiayaan
-

Location
specific
Efektifitas
pelayanan (tergantung dari responsiveness)
-
Juridistic
specific
-
Responsiveness ›-----› Resouces allocation
process ( didasarkan atas kebutuhan dan keinginan masyarakat)
EFEKTIFITAS
PELAYANAN BUTUH PEMAHAMAN :
-
Attitude = sosio, ekonomi, budaya
-
Public behavior = perilaku
-
Maturity = kematangan
-
Perceptionand awareness = pandangan
masyarakat
Timbul
alternative › lembaga biaya organisasi penyedia
-
Studi yang dilakukan Negara berkembang
terhadap permasalahan pelayanan perkotaan :
•
Mengukur/evaluasi efisiensi performance penyedia (procedural issue = proses
improvement)
•
Banyaknya management tools (concept) seperti : P3KT, MAPATDA, PJM dst.
Penekanan
pada :
+
Strategic planning
+
Programing & budgeting
+
Revenue collection
+
Administration sistem
+
Multi year Budgeting sistem
+
Insfrastructure maintenance management
Yang
belum dilakukan, pendekatan untuk :
+
Melihat (result)
+
Manfaat (outcme)
+ Pengaruh kualita (effectiveness)
URBAN
SERVICE DEFICIENCIES MERUPAKAN REFLEKSI DARI RESOURCES CONTRAINT
Tanpa user
approach akan terjadi :
1.
Sukar untuk mengukur krgagalan atau
kesuksesan sesuatu program pelayanan perkotaan
2.
Sukar mengambil pelajaran dari
pengalaman yang ada
3.
Sukar mengadakan koreksi untuk
memperbaiki efektiveness
4.
Sukar mendapat dukungan dari mayarakat
untuk usaha perluasan
5.
Sukar untuk memonitor pelyanan
6.
Sukar mengetahui persepsi dan sikap
masyarakat atas pelayanan yang diberikan
7.
Sukar untuk menganalisa cost and benefit
pelayanan
8.
Pengembaliaan keputusan alokasi sumber
daya atas dasar pertimbangan politis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar