Laman

Minggu, 29 November 2015

Perencanaan dari Kampus




Perencanaan dari Kampus
Perencanan yang baik berawal dari sebuah lembaga pendidikkan yang baik pula, atau dari sebuah pembelajaran yang benar-benar cemerlang. Dari sebuah universitas dengan motto  “Bismillah, membangun generasi khaeru ummah”, salah satu universitas islam di daerah jawa Tengah tepatnya di Semarang yaitu UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung). Di fakultas tekniknya menyediakan jurusan teknik perencanaan wilayah dan kota atau planologi.
Pada fakultas ini para perencana muda yang hebat dididik pertama kali, dengan slogan fakultas teknik yaitu SATU (Solidaritas Anak Teknik Unissula) dimana para mahasiswa fakultas teknik diajarkan bagaimana cara bekerjasama, bergotong-royong dana bagaimana kita menghormati sesama angkatan maupun kaka tingkatnya. Dalam planologi unissula mahasiswa diarahkan untuk lebih aktip, bukan hanya bisa menguasai materi atau problem belaka tetapi juga harus bisa memaparkan hasil dari kajian tersebut baik dengan presentasi ataupun dalam bentuk makalah.
Planologi  sendiri berasal dari plan  yang artinya perencanaan dan logos  yang artinya ilmu. Dan dapat disimpulkan planologi  atau ilmu perencanaan adalah merencanakan segala sesuatu dengan bertujuan tidak terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan mencari solusi agar masalah-masalah terselesaikan. Dan dalam hal ini biasa disebut perencanaan kota; merupakan proses politik berkaitan dengan penggunaan lahan, perlindungan dan penggunaan lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan desain lingkungan perkotaan, termasuk udara, darat, air, dan infrastruktur yang lewat masuk dan keluar dari wilayah perkotaan seperti transportasi komunikasi, dan distributor jaringan.
Untuk mendapatkan atau mewujudkan sebuah kota yang diharapkan untuk kepentingan bersama yang lebih aman, nyaman dan menyenangkan serta teratur segala sesuatunya, perlu kita membuat dullu sebuah perencanaan kota yang akan kita hidupkan tersebut, tak perlu menghancurkan kota itu terlebih dahulu lalu kita bangun kembali, yang kita perlukan adalah bagaimana kita bisa menciptakan dan mewujudkannya tanpa harus memulai kembali atau membuat yang baru.
Dalam merencanakan sesuatu tersebut, kita tidak boleh hanya patuh dan menuruti apa yang diminta oleh seseorang  yang berduit saja, kita juga harus memahami apa saja masalah yang terjadi dalam ruang lingkup yang akan kita rencanakan tersebut. Seperti dari segi sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya yang harus kita perhatikan.
Di Indonesia sendiri perencanaan kota sudah tertera dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang; peraturan tentang struktur ruang dan prasarana wilayah kabupaten, pemerintah kabupaten memilik wewenang dalam pengembangan, pengelolaan kabupaten, dan ruang terbuka hijau.
Dari semua hal tersebut sebagai perencana muda harus lebih cerdas lagi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan tersebut. Dan jangan mudah berbangga diri terhadap apa yang kita dapat karna sejatinya apa yang kita berikan belum seberapa terhadap apa yang kita dapatkan. Selain merencanakan sebuah kota kita juga harus merencanakan hidup kita kedepan.

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar