BEBERAPA PENGERTIAN PERENCANAAN
A. Pengertian
Perencanaan
Kata kunci untuk memahami perencanaan:
- (Apa?) Tindakan
- (Bagaimana?) Berurutan
- (Kapan?) Yang akan datang
- (Mengapa?) Memecahkan
masalah
- (Untuk siapa?) Manusia
Perencanaan adalah suatu
cara berpikir mengenai persoalan-persoalan sosial dan ekonomi, perencanaan
adalah terutama berorentasi kepada masa datang berkembang dengan hubungan
antara tujuan dan keputusan - keputusan
kolektif dan mengusahakan
kebijakan dan progam.
Beberapa ahli lain merumuskan
perencanaan sebagai mengatur sumber-sumber yang langka secara bijaksana dan
merupakan pengaturan dan penyesuaian hubungan manusia dengan lingkungan dan
dengan waktu yang akan datang. Definisi lain dari perencanaan adalah pemikiran
hari depan, perencanaan berarti pengelolaan ,pembuat keputusan, suatuprosedur
yang formal untuk memperoleh hasil yang nyata, dalm berbagai bentuk keputusan
menurut sistem yang terintegrasi.
Menurut Wilson Perencanaan
adalah suatu proses lain, atau mengubah suatu keadaan untuk mencapai maksud
yang di tuju oleh perencanaan atau oleh orang/badan yang di wakili oleh
perencanaan itu.Perencanaan itu meliputi : analisis, kebijakan, rancangan.
Ciri-ciri pokok dari perencanaan umum mencangkup
serangkaian tindakan berurutan yang ditujukan pada pemecahan
persoalan-persoalan di masa datang dan semua perencanaan mencangkup suatu
proses yang berurutan yang dapat di wujudkan sebagai konsep dalam sejumlah
tahapan.
Karena
tindakannya berurutan, berarti ada tahapan yang dilalui, antara lain :
- Identifikasi persoalan
- Perumusan tujuan umum dan sasaran khusus hingga target-target yang kuantitatif (terukur)
- Proyeksi keadaan di masa akan datang
- Pencarian dan penilaian berbagai alternatif
- Penyusunan rencana terpilih
B.
Syarat-syarat Perencanaan yang Baik
-
Logis,
masuk akal
-
Realistik,
nyata
-
Sederhana
-
Sistematik
dan ilmiah
|
-
Obyektif
-
Fleksibel
-
Manfaat
-
Optimasi
dan efisiensi
|
Munculnya syarat tersebut
dikarenakan adanya :
-
Limitasi
dan kendala
-
Motivasi
dan dinamika
-
Kepentingan
bersama
-
Norma-norma
tertentu
C. FaKtor-faktor dasar perencanaan :
-
Sumber
daya (alam, manusia, modal, teknologi)
-
Idiologi
dan falsafah
-
Sasaran
dan tujuan pembangunan
-
Dasar
kebijakan
- Data dan metode
-
Kodisi
lingkungan, sosial, politik dan budaya
Sejarah perkembangan
Perencanaan Wilayah dan Kota
Skema priodesasi
I. Zaman Pra Yunani (Zaman Perunggu)
-
Merupakan
kota-kota kerajaan (didiami kurang lebih antara 3000-5000 orang)
-
Berfungsi
sebagai benteng pertahanan, pusat perdagangan bagi hasil-hasil pertanian daerah
sekitarnya, dan tempat pengolahan barang-barang (manufaktur), serta kesenian
- Selalu
berada di tepi sungai-sungai besar (sekaligus bermanfaat bagi pertanian,
pertahanan, dan transportasi). Hal ini menjadi faktor utama pemilihan lokasi
kota
- Contoh
kotanya : Babilon di Irak, Ur di turki, Kahun di Mesir
II. Yunani
- Munculnya
wacana demokrasi (kekuasaan tidak ditangan raja)
- Tempat-tempat
persidangan demokrasi (pnyx/lapangan
terbuka) mengganti istana raja sebagai pusat kota
- Terjadi
suburbanisasi karena ditinggal warganya untuk tinggal di daerah pinggiran
- Muncul
seorang bernama Hippodamus, sebagai peletak dasar teoritis perencanaan fisik
kota
- Contoh
kotanya : Athena di Yunani, Miletus dan Priene di Mesir, dan Thurij di Itali.
Jumlah penduduknya diperkirakan antara 40.000-100.000
III. Romawi
- Terkenal
dengan pandangan Pax Romano
- Keberhasilan
menaklukkan wilayah lain membuat Romawi membangun jalan-jalan di seluruh
imperiumnya dari Inggris samapai Babilon dan dari Spanyol sampai Mesir. Pembangunan jalan-jalan tersebut bertujuan
untuk memperlancar arus komunikasi dan perdagangan dari Roma dan memudahkah
pasukan bergerak untuk mengamankan dan menumpas pemberontakan
- Menjadi
perencana wilayah yang pertama
-
Dibangunnya
kota militer
diseluruh imperium dengan maksud untuk menegakkan citra hukum dan ketertiban
-
Kaesar
berlomba-lomba membuat bangunan sebagai tanda kebesaran dirinya, setiap kaesar
membuat tempat pertemuan umum (forum) yang sering digunakan untuk pertemuan
politik dan bisnis
IV. Abad Pertengahan,
- Pengaruh
gereja terhadap bangunan-bangunan kota
-
Munculnya
tuan tanah-tuan tanah (feodalisme)
-
Penemuan
bahan peledak, yang pada akhirnya mempengaruhi bentuk kota. Benteng-benteng dibangun jauh di luar kota dan daerah-derah
penyangga
V. Renaissance dan Boroque
- Mulai
muncul seni sehingga kota lebih artistik
- Tokoh
perancang yang terkenal anatar lain Leonardo da Vinci dan Miichelangelo
VI.
Revolusi Industri
-
Ditemukanya
mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769
-
Produksi
meningkat yang pada akhirnya muncul tempat-tempat pengolahan baru (pabrik)
meningkat yang pada giliranya membuat jumlah pekerja bertambah
-
Jumlah
pekerja yang bertambah memunculnya persoalan permintaan permukiman bagi pekerja
di sekitar pabrik yang pada akhirnya juga memerlukan sarana penunjang lainnya
-
Pabrik-pabrik
tersebut memerlukan bahan baku
yang lancar dan memasarkan hasilnya ke konsumen, yang tentunya memerlukan
sarana transportasi yang cepat
-
Munculnya
kapal uap dan kereta api uap (1800 an). Kota
menjadi lebih terbuka dengan dibangunnya infrastruktur rel kereta api yang
dapat menghubungkan ke daerah luar kota
- Mulailah
periode industrialisasi yang intensif yang ditandai kemacetan lalu-lintas,
polusi udara dan air.
-
Munculnya gerakan reformasi (akhir abad ke-19),
seperti munculnya undang-undang kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan
standar perumahan, pengontrolan penggunaan lahan dan tinggi bangunan. Termasuk didalamnya adalah
gerakan anti revolusi industri, sperti Robert Owen dengan perumahan koperasinya
dan JS. Buckingham dengan membentuk masyarakat kehidupan sederhana.
- Tak
kalah juga, beberapa pendukung revolusi industri melahirkan konsep-konsep
tentang kota baru. Seperti Sir Titus Salt membangun Saltair di Inggris,
Keluarga Krupp mendirikan Kota Essen di Jerman, serta George Cadbury
memindahkan ke Kota baru Bournville. Kesemua kota baru tersebut selain untuk
pabriknya juga untuk menampung pekerjanya.
-
Komunikasi makin lancar dengan diketemukannya telegram
(1876) dan radio serta televise
(1925)
-
Muncul
tokoh yang terkenal dengan konsep Kota Taman (kristalisasi konsep kota baru dalam
mengurangi masalah kota
industri), yaitu Ebenezer Howard (1896). Selain itu juga muncul Patrick Gaddes,
yang menyarankan “perencnaan fisik tidak dapat meningkatkan kondisi kehidupan kota, kecuali jika
diterpakan secara terpadu dengan perencanaan ekonomi dan social yang berkaitan
dengan lingkungan”. Gaddes menyebutnya “urban conurbation”.
VII. Pasca Industri
-
Eksploitasi sumberdaya alam besar-besaran, sehingga
memunculkan pembangunan yang berwawasan lingkungan atau biasa dikenal dengan
konsep pembangunan berkelanjutan
-
Transportasi
dan komunikasi lebih cepat dan praktis
-
Urbanisasi
semakin tinggi
SEJARAH Perencanaan Wilayah dan Kota DI INDONESIA
Masa VOC dan Penjajahan Belanda
- Secara teknis, perencanaan fisik di Indonesia sudah dimulai sejak masa VOC di abad ke-17 yaitu dengan telah adanya De Statuten Van 1642, yaitu ketentuan perencanaan jalan, jembatan, batas kapling, pertamanan, garis sempadan, tanggul-tanggul, air bersih dan sanitasi kota.
- Pada masa pemerintahan Hindia Belanda terjadi 2 hal yang dapat dikatakan sebagai dasar perencanaan kota :
- Munculnya
Regeringsregelement 1854 (RR 1854), berisi sistem pemerintahan dengan penguasa
tunggal di daerah residen
-
Diundangkannya
Staatblad 1882 Nomor 40 yang memberikan wewenang kepada residen untuk
mengadakan pengaturan lingkungan dan mendirikan bangunan di wilayah (gewent)
kewenangannya
- Sejak tahun 1905 yaitu sejak diundangkannya Decentralisatie Besluit Indische Staatblad 1905/137, maka perencanaan kota lebih eksplisit sehubungan dengan pemberian kewenangan otonomi bagi stadsgemeente (kota praja) untuk menyusun perencanaan kotanya
- Usaha tersebut diikuti dengan munculnya kewenangan bagi kabupaten (province regentschap) untuk mengatur penataan ruang.
- Beberapa peristiwa yang cukup berpengaruh pada masa tersebut :
- Revolusi
Industri. Memberikan pengaruh, 1) terbentuknya kota-kota administratur di
pesisir untuk melayani permintaan rempah-rempah, hasil perkebunan dan mineral;
2) berpengaruh terhadap landasan konsep kota taman yang dikembangkan oleh
Thomas Karsten
-
Politik
kulturstelsel pada masa Van den Bosch. Menimbulkan pengaruh dengan munculnya
undang-undang agraria (Agrarische Wet 1870)
- Politik
etis. Berpengaruh dengan adanya perbaikan kualitas lingkungan kampung tempat
tinggal pribumi (perbaikan kampung/kampong verbeeterings).
- Terbitnya
perangkat institusi dan konstitusi. Yang
kemudian memunculkan kewenangan kota praja sebagai daerah otonom, sehingga
muncul konsep pembangunan kota-kota di Jawa.
Masa PD II – Tahun 1950-an
- Pada tahun 1948 diterbitkan peraturan perencanaan pembangunan kota sebagai peraturan pokok perencanaan fisik kota khususnya untuk kota Batavia, wilayah Kebayoran dan Pasar Minggu, Tanggerang, Bekasi, Tegal, Pekalongan, Cilacap Semarang, Selatiga, Surabaya, Malang, Padang, Palembang, Banjarmasin.
- Muncul gagasan-gagasan tentang pembangunan kota baru, baik kota satelit seperti wilayah Candi di Semarang maupun Kabayoran Baru di Jakarta; serta kota baru mandiri seperti Palangkaraya di Kalteng dan Banjar Baru di Kalsel.
- Pembangunan nasional pada saat itu mendapat bantuan dari negara-negara maju
Masa 1950 –
1960
- Perkembangan penduduk kota-kota, khususnya di Jawa dan Sumatera berdampak terhadap berbagai segi, baik fisik, budaya, sosial dan politik
- Konflik regional
- Pembangunan nasional semakin kompleks
- Peningkatan tenaga ahli perencanaan wilayah dan kota
Masa 1970-2000
- Kompleksitas pembangunan nasional, regional dan lokal semakin meningkat
- Pengaruh metode-metode dan teknologi negara maju
- Peningkatan program transmigrasi untuk membuka lahan-lahan pertanian baru di luar Jawa
- Pembangunan yang sentralistik
- Industrialisasi mulai digalakkan ditandai dengan munculnya kawasan-kawasan industri
- Munculnya UU Tata Ruang Nomor 24 tahun 1992
- Standarisasi hirarki perencanaan dari yang umum, detail dan terperinci untuk tiap daerah tingkat I dan II
Masa Tahun
2000-an
- Berlakunya Otonomi Daerah
- Kabupaten dan Kota berlomba-lomba meningkatkan PAD
- Tingginya wacana partisipasi dan pemberdayaan masyarakat
sumber:
http://plannerian.blogspot.co.id


Tidak ada komentar:
Posting Komentar