Laman

Sabtu, 12 Maret 2016

Sejarah Perkembangan Perencanaan Kota Islam



A.   Zaman Rosulullah SAW.
Pada Awal dan selama Islam dikepalai oleh Rasul dalam pemerintahannya, saat itu pula Sang Rasul dalam membangun sebuah kota, Rasul membangun sebuah masjid pada kota tersebut dimana bertujuan selain untuk beribadah dan juga untuk tempat tinggal kaum miskin yang tak bertempat tinggal.
Membangun Masjid Quba
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).
Allah s.w.t memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba' dengan Firman-Nya:
Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri.......(At Taubah, 108).
Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.
Membangun Masjid Nabawi
Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah S.A.W, setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah dia dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah S.A.W. tiba di Madinah, yalah di tempat unta tunggangan Nabi S.A.W. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah S.A.W. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman dia.
Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Rasulullah S.A.W. turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.
Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi S.A.W. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.
Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd pada tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah.
B.   Mulai Tertatannya Perkotaan
Perencanaan mulai tertata yaitu pad masa khalifah ke-2 Umar Bin Khattab, dimana saat kepemimpinan beliau sudah memulai membangun perumahan bagi kaum muslim didaerah-daerah taklukan perang seperti kuffah, Basroh, Mosul, dan Fustthat.
Dalam pembangunan tersebut sang khalifah kedua ini memerhatikan tempat-tempat yang sesuai untuk dibangun pemukiman’ yyaitu;
a.     Tempat yang kering seperti pedalaman tetapi ada sumber air yang bagus.
b.     Tidak terhalang oleh lautan dan jembatan karena bertujuan untuk pengiriman bala bantuan kepada bagian tersebut apabila sewaktu-waktu ada bahaya. Dan umar juga mengatakan “laut itu seperti kapal yang berbahaya”.
Umar mengutus Said kemudian memanggil Abdullah Ibn Al-mu’tan dari mosul & Qa’qa Bin Amr serta Jebala untuk melakukan Observasi seuai ketentuan tadi.
KOTA KLASIK PERTENGAHAN  
Kota Islam (ciri kota islam) :
  • Kota muslim juga memiliki sistem air domestik yang maju seperti selokan, permandian umum, air mancur, pipa pasokan air minum, toilet pribadi dan umum dan fasilitas permandian yang luas.
Kharakter penggunaan lahan kota ISLAM
bagian berikut membahas tentang prinsip-prinsip perencanaan dan desain dar penggunaan lahan utama dari lingkungan perkotaan muslim sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh sumber syariat dan dilaksanakan oleh lingkungan muslim tradisional.
  • Komersial(1)
  • Perumahan(2)
  • Pendidikan(3)
  • Industri(4)
  • Rumah(5)
http://4.bp.blogspot.com/-UGdeP6yFCi8/Vo0rFJrE7XI/AAAAAAAAAMw/MJhOF0ZFDMU/s320/rr.png
http://3.bp.blogspot.com/-2G7Do5ItJtc/Vo0rbfmLeqI/AAAAAAAAAM4/u467UgmLM-8/s320/gg.png

Mesir adalah ibu kota pertama di bawah kepemerintahan Arab.
http://1.bp.blogspot.com/-LxvW_-cq-98/Vo0scXZXXgI/AAAAAAAAANE/MBGcKd0fkC0/s320/yu.jpg
1.     Pusat Perdagangan
            Beberapa kota di barat, cenderung menggunakan perdagangan sebagai tempat perputaran uang atau ekonomi saja. Sedangkan pada kota islam pusat perdagangan tidak hanya digunakan sebagai tempat perputaran uang juga digunakan sebagai tempat bersosialisasi masyarakat sehingga masyarakat dapat menjalin silaturahmi antar sesama. Adapun prinsip-prinsip desain yang utama dalam perancangan kota islam  yaitu :
a.      Mudah diakses
b.      Dekat dengan Masjid
c.       Dan Dalam pembangunannya harus memperhatikan privasi pemukiman disekitarnya.

2.    Perumahan
Ada 4 prinsip dalam membangun perumahan dalam kota islam :
a.    Jarak rumah berdekatan
Pada kota islam perumahan dibuat saling berdekatan  agar dapat lebih mudah diakses degan berjalan kak.
b.    Lebar jalan ditentukan
luas atau lebar jalan juga harus diperhatikan sehingga jalan tidak hanya digunakan untuk brlalulalang tetapi juga dapat dijadikan tempat bertemu masyarakat untuk berinteraksi.
c.    Memperhatikan fungsi ruang
Yang di maksud disini adalah fungsi ruang atau hubungan antar ruang  public, semi public, semi privat, dan prifat di buat dengan dimensi yang sesuai.
d.    Dekat dengan Masjid
            Masjid dalam lingkup kota islam selain digunakan sebagai tempat ibadah jiga digunakan sebagai tempat politik.
Terdapat  3 tipe masjid dalam perancangan kota Islam antara lain :
1)    Masjid Al-Jami
digunakan untuk kegiatan ibadah sholat 5 waktu dengan  jarak tempuh 150m -200m  sehingga dapat diakses dengan berjalan kaki
2)   Masjid Al-Jomah
digunakan untuk kegiatan sholat Jumat. Letaknya ditengah pemukiman.
3)   Mushallah


3.    Pendidikan
Untuk sarana pendidikan letaknya berada central atau tengah-tengah pemukiman agar berfifat menyeluruh dan mudah untuk diakses dari segala arah.

4.    Industri
Berbeda dengan  pendidikan, sarana industry tidak berada di tengah pemukiman tetapi berada diluar lingkungan pemukiman.

5.    Rumah
Dalam perancangan kota islam dalam sebuah rumah harus terjalin silaturahmi yang baik .



Dan inilah salah satu kota-kota islam didunia:
1. Alexandria, Mesir
Alexandria yang dahulunya dikenal dengan nama Iskandariyah terletak 225 kilometer dari Kairo, Mesir. Kota ini dijuluki The Pearl of the Mediterranean. Di kota ini terdapat Masjid Attarine yang semula merupakan gereja, kemudian diubah menjadi masjid ketika Arab berkuasa. Di kota ini terdapat pula masjid bersejarah, Masjid Abu Al Abbas Mursi yang merupakan masjid terbesar di kota itu.
Ada pula Benteng Qaitbay yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Qaitbay tahun 1480, serta perpustakaan Universitas Iskandariyah yang merupakan perpustakaan tertua dan super besar.
2. Yerussalem, Israel
Kota ini merupakan kota penting bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen. Bagi umat Muslim, bagian yang paling penting dari kota ini adalah Masjid Al Aqsa dan Masjid Qubbat As Sakhrah atau Dome of the Rock yang terdapat di wilayah Haram Al Syarif. Masjid Al Aqsa menjadi saksi penting dalam peristiwa Isra Miraj.
Sementara itu Masjid Qubbat As Sakhrah dahulunya merupakan Masjid Khalifah Umar yang kemudian dipugar dan diperluas oleh Khalifah Al Malik. Namun sayangnya, masjid ini hancur akibat gempa dan digantikan dengan Masjid Fatimiyah yang dibangun pada awal abad ke-10.
3. Amman, Yordania
Di Kota Amman terdapat peninggalan Nabi Musa AS dan Nabi Syuaib AS. Ada pula makam Abdul Rahman Ibn Awf Al Zuhri yang merupakan peninggalan masa perang Islam, seperti Perang Badar, Uhud, dan Mekah. Makam muazin yang terkenal pada masa Rasulullah SAW, Bilal Ibn Rabah serta Gua Ashabul Kahfi yang disebut dalam Al Quran juga terdapat di kota ini.
4. Fes, Maroko
Kota Fes sering dijuluki sebagai Mecca of West. Kota ini merupakan salah satu kota kerajaan tertua di dunia. Kawasan kota tuanya yang disebut sebagai Fes El Bali ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.
Salah satu yang menarik, di kota ini terdapat University of Al Kairaouine yang didirikan sejak 859 sebelum Masehi, dan Masjid Kairaouine yang bisa menampung hingga 20 ribu jamaah.
5. Qom, Iran
Kota Qom terletak sekitar 35 km dari ibukota Teheran. Kota ini disebut kota suci karena terdapat makam putri kesayangan Nabi Muhammad SAW, Fatimah. Selain itu, Banyak pula ulama dan ilmuwan Islam yang tinggal ataupun dimakamkan di tempat ini. Pemimpin revolusi Iran, Imam Khoeini pun menuntut ilmu di kota ini.
6. Granada, Spanyol
Kota yang terletak di sebelah selatan Madrid ini dahulunya pernah menjadi pusat ilmu keislaman terbesar dan merupakan pusat perkembangan kebudayaan Islam pada masa kekuasaan Bani Ahmar. Pada masa itu dibangun pula sebuah istana indah bernama Al Hambra yang hingga kini masih berdiri kokoh di Granada.
7. Istanbul, Turki
Kota ini dulu bernama Konstantinopel sebelum akhirnya diubah menjadi Istanbul oleh Kerajaan Ottoman di bawah pimpinan Sultan Muhammad II. Nama Istanbul berarti 'kota Islam'. Sejumlah bangunan menjadi saksi kejayaan Islam pada masa Ottoman. Contohnya Hagia Sophia, sebuah bangunan peninggalan zaman Bizantium yang awalnya merupakan gereja, kemudian diubah menjadi masjid, dan kini menjadi museum.
Kemudian di kota ini ada pula Topkapi Palace, istana raja pada abad ke-15 sampai 17 yang ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia UNESCO dan kini berfungsi sebagai museum. Topkapi Palace menyimpan banyak benda peninggalan Rasulullah SAW, seperti pedang, mantel, gigi hingga jejak telapak kaki.

daftar referensi:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar